Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS Al A’raf 7:96) Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, Maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, Maka sudah sepantasnya Berlaku terhadapnya Perkataan (ketentuan kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (QS Al Isra’ 17:16) Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa (QS Al An’am 6:44).
Tampilkan postingan dengan label Kolom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kolom. Tampilkan semua postingan

21 Oktober 2015

Umat Islam Pelopor Aneka Ilmu Pengetahuan Modern

Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...
 
Allah SWT berfirman dalam QS.61.Ash.Shaff ayat 8 dan 9 :
 
يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُ شْرِكُونَ
 
"Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya"
 
Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci."
 
PROPAGANDA LIBERAL
 
Kalangan Liberal yang mengaku "Muslim" dan sangat menggandrungi "Kafir Barat", sangat benci sekali dengan umat Islam yang "Anti Kafir Barat". Lalu mereka melakukan propaganda :
 
"Jika tak suka Kafir Barat, maka jangan pakai Tekhnologi Kafir Barat."
 
"Jika tak senang Kafir Barat, maka jauhkan Facebook dan Twiter serta Medsos lainnya yang nyata-nyata merupakan karya Kafir Barat."
 
"Jika tak cinta Kafir Barat, maka jangan gunakan Telephone, HP, Radio, TV, Elektronik, Komputer, Motor, Mobil, Pesawat Terbang, Kapal Laut, Kereta Api, peralatan Komunikasi dan Kesehatan, dan lain sebagainya, yang kesemuanya adalah produksi Kafir Barat."
 
KETERBELAKANGAN INTELEKTUAL
 
Kasihan, mereka yang melakukan propaganda murahan tersebut menunjukkan bahwasanya mereka mengalami "Keterbelakangan Intelektual", alias "Bodoh Banget" atau "Idiot", atau boleh juga disebut "Primitif".
 
Sebab, semua orang tahu bahwasanya sejak zaman Nabi Adam AS hingga zaman Nabi Muhammad SAW, telah terjadi interaksi sosial dan budaya serta ekonomi dan perdagangan, hingga pertukaran ilmu pengetahuan antar umat manusia, apa pun agama dan keyakinannya.
 
Dan sejak dahulu kala, tidak ada seorang manusia pun yang melarang penggunaan ilmu pengetahuan suatu umat beragama untuk keperluan seluruh umat manusia.
 
Bahkan pertukaran ilmu pengetahuan dan saling mengembangkan serta memanfaatkan ilmu antar umat manusia sudah menjadi suatu tradisi yang turun menurun dan berurat berakar, tanpa melihat latar belakang agama mau pun keyakinan, karena sudah merupakan suatu keniscayaan.
 
RASULULLAH SAW DAN PRODUK KAFIR
 
Rasulullah SAW dan para Shahabat semasa hidupnya berdagang dengan orang-orang kafir, baik tunai mau pun utang. Mereka membeli dan menggunakan barang-barang dagangan produk kafir, sebagaimana orang-orang kafir pun membeli dan menggunakan barang-barang dagangan produk muslim.
 
Rasulullah SAW pernah mengirim sejumlah anak-anak Shahabat untuk kursus mempelajari Bahasa Ibrani yang digunakan oleh masyarakat Yahudi, agar anak-anak tersebut bisa menjadi penerjemah bagi Nabi SAW dan para Shahabat dalam bergaul dan berhubungan serta berkomunikasi dengan Yahudi, sekaligus untuk menjaga kaum muslimin dari makar Yahudi.
 
Rasulullah SAW dan para Shahabat pernah mengirim sejumlah pelajar muslim ke Romawi untuk mempelajari cara pembuatan "Pelontar Batu" yang saat itu menjadi senjata perang andalan Tentara Romawi.
 
Rasulullah SAW pernah menjadikan sejumlah "orang kafir" sebagai "spy" untuk kepentingan umat Islam, antara lain :
1. Basyar bin Sufyan Al-Khuza'i yang memata-matai gerak-gerak Kafir Quraisy di Mekkah.
2. Abdullah bin Abi Hadrad Al-Aslami yang memata-matai gerakan orang-orang kafir dalam perang Hunain.
 
Bahkan Rasulullah SAW membeli senjata perang dari seorang Kafir Quraisy yang bernama Shofwan b Umayyah untuk mempersenjatai kaum muslimin dalam melawan Kafir Quraisy.
 
Semua itu dalam Islam dibolehkan, karena hanya merupakan masalah Mu'amalat biasa, bukan masalah Aqidah atau Ibadah yang prinsip dan mendasar.
 
SAINS FOR ALL
 
Sudah menjadi kesepakatan umat manusia di seluruh Dunia, bahwasanya Saintis mana pun, dan dari agama apa pun, tatkala melakukan penelitian dan pengembangan Sains, harus ditujukan untuk kepentingan dan kemaslahatan seluruh umat manusia.
 
Penggunaan suatu produk Sains akan menjadi kehormatan dan kebanggaan bagi Saintis yang menemukan atau memproduksinya. Justru seorang Saintis akan kecewa dan frustasi manakala produknya tidak diminati orang lain alias tidak laku.
 
Jadi, kini penggunaan Facebook dan Twitter serta Medsos lainnya oleh jutaan umat Islam di dunia merupakan kehormatan dan kebanggan bagi penemu dan pembuatnya. Begitu juga penggunaan Telephone, HP, Radio, TV, Elektronik, Komputer, Motor, Mobil, Pesawat Terbang, Kapal Laut, Kereta Api, Peralatan Komunikasi dan kesehatan, dan lain sebagainya.
 
Apalagi tidak bisa dipungkiri bahwa para penemu dan pembuat Sains tersebut membutuhkan "Pasar" yang siap membeli produkya. Dan pasar umat Islam adalah yang terbesar dan terbanyak di Dunia, sehingga para penemu dan pembuat tersebut mendapat keuntungan sangat besar dari bisnis Sainsnya di Dunia Islam.
 
ISLAM PUSAT PERADABAN DUNIA
 
Sejarah menjadi saksi bahwasanya penemu dan perintis serta pelopor aneka Ilmu Pengetahuan Modern adala Ulama Kaum Muslimin.
 
Selama berabad-abad, Kota Damaskus di Syria, lalu Kota Baghdad di Iraq, lalu Kota Istanbul di Turki, telah menjadi Pusat Peradaban Islam, bahkan Pusat Peradaban Dunia. Para pelajar dari mancanegara, apa pun agamanya, berduyun-duyun menuntut ilmu disana.
 
Kala itu, para pelajar non muslim dari Eropa sangat bangga bisa belajar di Damaskus mau pun di Baghdad atau pun di Istanbul, seperti kebanggaan para pelajar muslim yang belajar di Eropa dan Amerika pada zaman sekarang ini.
 
Umat Islam saat itu menyambut baik kehadiran para pelajar Barat menuntut ilmu di Negeri Islam. Bahkan sangat menghargai upaya mereka mengadopsi dan mengembangkan ilmu pengetahuan Kaum Muslimin di negeri-negeri mereka.
 
ISLAM PENEMU SAINS MODERN
 
Keunggulan umat Islam sebagai penemu dan perintis serta pelopor aneka Ilmu Pengetahuan Modern bukan isapan jempol belaka, tapi Fakta Sejarah yang tak terpungkiri. Berikut sederetan nama-nama Tokoh Islam para penemu dan perintis serta pelopor berbagai disiplin ilmu Pengetahuan Modern, antara lain :
 
1. Jabir bin Hayyan Al-Azdi Ak-Kufi (101 - 197 H) yang di Barat disebut Geber, adalah Penemu Ilmu Kimia.
 
2. Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi (164 - 232 H) yang di Barat disebut Guaresmo, adalah Penemu Matematika, Peletak Aljabar, Perintis Aritmatika, dan Penemu angka NOL.
 
3. Abu Yusuf Ya'qub bin Ishaq Al-Kindi (188 - 260 H) yang di Barat disebut Al-Kindus, adalah Penemu Ilmu Fisika.
 
4. Abul Hasan bin Tsabit b Quroh (221 - 284 H), adalah Peletak Ilmu Fisika Matahari dan Penemu Segi Empat Magic.
 
5. Abu Abdullah Muhammad bin Jabir Al-Battani (240 - 317 H) yang di Barat disebut Albategnius, adalah Peletak Prinsip Trigonometri dan Penemu Sin - Cos - Tan - Cotan.
 
6. Abu Bakar Muhammad bin Zakaria Ar-Razi (240 - 311 H) yang di Barat disebut Rhazes, adalah Bapak Kimia Klinik Kedokteran.
 
7. Abul Qosim Khalaf bin Abbas Az-Zahrawi (325 - 404 H) adalah Perintis Ilmu Bedah Kedokteran.
 
8. Abul Wafa Muhammad bin Muhammad Al-Buzjani (328 - 375 H) adalah Perintis Geometri dan Perumus Kalkulus.
 
9. Abu Ali Al-Hasan bin Al-Haitsam Al-Bashri (354 - 430 H) yang di Barat disebut Avenetan, adalah Peletak Dasar Ilmu Fisika Optik dan Penemu Kamera.
 
10. Abur Rayhan Muhammad bin Ahmad Al-Biruni (362 - 442 H) yang di Barat disebut Alboron, adalah Peletak Sains Modern dan Penemu Geografi serta Perumus Lintang dan Bujur.
 
11. Abu Ali Al-Husain bin Abdillah Ibnu Sina (370 - 428 H) yang di Barat disebut Avecenna, adalah Bapak Ilmu Kedokteran sekaligus Penemu Suntikan dan Obat Bius.
 
12. Abul Fathi Umar Al-Khayyam (440 - 525 H) adalah Penyair Penemu Ilmu Geometri Analisa.
 
13. Abu Marwan Ibnu Zuhri (464 - 557 H) yang di Barat disebut Avenzoar, adalah Penerus Kedokteran Ibnu Sina.
 
14. Abdurrahman bin Muhammad Ibnu Khaldun (Lahir : 732 H) adalah Peletak Dasar Sosiologi dalam Politik dan Filsafat.
 
15. Ahmad Ibnu Majid An-Najdi (832 - 933 H) adalah Navigator Penemu Ilmu Kompas Modern sekaligus pengantar Ekspedisi Vascoda Gama.
 
Disana masih banyak lagi ilmuwan-ilmuwan muslim yang genius dan brillian, yang telah memberi kontribusi besar bagi perkembangan Ilmu Pengetahuan Modern. Jika disebutkan satu per satu nama mereka dengan segala penemuannya, maka niscaya akan menjadi buku yang berjilid-jilid jumlahnya. Alhamdulillaah wasy Syukru Lillaah ...
 
MALU DAN BANGGA
 
Kalangan Liberal sangat "dongkol" terhadap umat Islam yang bangga dengan para Ulama Penemu aneka ragam disiplin ilmu Pengetahuan Modern. Mereka mengatakan :
 
"Memalukan! Umat Islam hanya bisa bangga dengan pendahulu. Padahal faktanya kini, umat Islam bodoh dan terbelakang dalam Sains Modern."
 
Jawabnya : "Ya, memang kami malu dengan keterbelakangan umat Islam saat ini. Tapi kami tidak boleh malu menceritakan keunggulan Ulama Islam dalam Penemuan aneka disiplin ilmu Pengetahuan Modern, bahkan wajib kami ceritakan dengan penuh kebanggaan dan rasa syukur kepada Allah SWT. Sekaligus agar menjadi cambuk bagi kami agar bangkit kembali untuk merebut kejayaan Ilmu Pengetahuan Modern. Kalau bukan kami umat Islam yang menceritakan Fakta Sejarah tersebut kepada anak cucu keturunan kami dan mencambuk mereka agar bangkit kembali, lalu siapa lagi ???!!!
 
Ayo ..., Kita Bangkit !!!
Allaahu Akbar ... Allaahu Akbar ... Allaahu Akbar ... !!!
 
[Habib Muhammad Rizieq Syihab]

14 Oktober 2014

Ahok Kafir Hendak Tutup Syiar Allah

Ketika FUI bersama FPI dan beberapa elemen menemui pimpinan DPRD Jakarta untuk menyampaikan aspirasi menolak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta (24/9), ada seorang habib dari Bogor mengecamnya. Habib itu mempersoalkan kenapa kita harus menolak Ahok, toh dia bukan orang kafir, katanya. Habib yang entah belajar agama Islam dari mana itu mengatakan kafir itu kalau atheis. Sedangkan Ahok itu tidak atheis, masih mengakui Tuhan.

Saya sangat terkejut mendengar adanya seorang habib yang mengatakan bahawa Ahok bukan seorang kafir. Padahal jelas Ahok seorang kafir. Ahok termasuk orang kafir yang disebut oleh Allah swt dalam Al-Quran lantaran mengaku bahawa bahawa Allah adalah Isa bin Maryam dan mengaku Allah adalah salah satu dari oknum yang tiga (QS. Al Maidah 72-73).
 
Bahkan si Kafir Ahok ini pernah menyatakan bahawa ayat perlembagaan kedudukannya lebih tinggi daripada ayat suci. Jelas cara pandang Ahok itu cara pandang kader PKI. Jelas Ahok telah mengganggu semua agama, melecehkan Tuhan Yang Maha Esa.

Kerananya si Kafir Ahok ini tak layak hidup di NKRI yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Termaktub dalam pembukaan UUD 1945 bahwa Tuhan Yang Maha Esa adalah Allah Yang Maha Kuasa. Jadi apabila perlembagaan telah menyatakan bahawa Negara ini berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, Allah Yang Maha Kuasa, dan Allah punya ayat-ayat hukum untuk mengatur kehidupan manusia (QS. Al Maidah 49-50), maka sungguh ayat suci harus menjadi rujukan seluruh pegawai dalam menyusun UU dan peraturan di NKRI.

Oleh kerana itu, ucapan seperti yang Ahok buat itu sebenarnya bertentangan dengan perlembagaan. Namun kerana si kafir Ahok ini memang asal bunyi dan mulutnya asal mangap, dia keluarkan juga. Walaupun dia pernah dengan sombong menyuruh Mendagri Gamawan Fauzi belajar lagi tentang perlembagaan. Benar-benar asbun.

Kengawuran dan asbunnya Ahok ini tampak sekali dalam satu kenyataan baru-baru ini bahawa dia ingin membubarkan FPI. Jelas ini asal mangap. Untungnya segera diperbetulkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto bahawa berbeza antara Ahok ingin membubarkan FPI dengan Ahok ingin FPI dibubarkan (Detik.com, 06/10). Kalau ingin membubarkan harus punya kuasa. Padahal Ahok tidak punya kuasa untuk membubarkan FPI. Kuasa itu ada di Kemendagri yang selama ini Ahok telah bersikap kurang ajar sehingga menimbulkan rintangan di sana.

Pernyataan Ahok ingin membubarkan FPI jelas kerana dendam kepada FPI. Pasalnya, FPI pernah menyusun 20 dosa-dosa Ahok yang disampaikan kepada pimpinan DPRD DKI (Rabu 24/9) di Kebon Sirih, Jakarta. FPI dan seluruh elemen yang hadir secara tegas meminta agar Ahok akan dilengserkan dari jabatannya.

Saya yang juga hadir meminta agar pimpinan DPRD tidak main-main dalam hal ini. Sebab Jakarta adalah barometernya Indonesia. Saya mengingatkan pimpinan DPRD bahawa Ahok ini telah keterlaluan dengan mengeluarkan dasar pengharaman penyembelihan korban di sekolah dan pejabat kerajaan. Sebab menyembelih korban itu perintah Allah swt dalam ayat sucinya: Fashalli lirabbika wanhar! (Maka Sholatlah Iedul Adha dan sembelihlah haiwan korban!). Rasulullah saw. juga memberi contoh menyembelih korban itu di lapangan tempat solat Iedul Adha, bukan di RPH seperti Arahan Ahok!

Apa Ahok tidak paham bahwa ibadah penyembelihan korban bukan sekadar memenuhi keperluan umat akan daging lembu atau kambing. Ibadah penyembelihan korban adalah salah satu syiar Allah (QS. Al Hajj 36). Dia swt memerintahkan agar umat Islam mengagungkan syiar Allah sebagai bentuk ketakwaan hati (QS. Al Hajj 32). Imam As Suyuthi dalam Ad Durrul Mantsur mengutip Ibn Abbas ra bahawa syiar Allah yang diagungkan dalam ayat di atas adalah unta korban atau anjuran mencari unta kurban yang bagus dan besar. Dalam Tafsir Ar Razy Nabi Saw meminta Umar bin Khaththab ra mengorbankan unta Najibah seharga 300 dinar (setara Rp. 750 juta). Beliau Saw. sendiri telah mengorbankan 100 ekor unta, salah satu di antaranya adalah unta yang dibeli dari Abu Jahal yang hidungnya ada cincin emas.

Rasulullah saw selesai solat dan khutbah Iedul Adha menyembelih sendiri haiwan korban dengan doa: "Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar. Ya Allah, ini kurbanku dan siapa saja di antara umatku yang tidak menyembelih kurban ".

Jelas bahawa menyembelih haiwan korban bukan sekadar menyembelih haiwan untuk dimakan dagingnya. Tapi syiar agama Allah yang dilandasi keimanan dan ketakwaan hati.

Oleh kerana itu, intruksi si Kafir Ahok selaku Plt Gubernur DKI Nombor 67 tahun 2014 yang melarang penjualan haiwan korban pada jalur hijau, taman bandar, laluan pejalan kaki, dan kemudahan awam beberapa hari menjelang Idul Adha serta melarang penyembelihan haiwan korban di sekolah-sekolah khususnya SDN se -DKI Jakarta dan meminta penyembelihannya hanya dilakukan di RPH dengan alasan kebersihan adalah tindakan menghilangkan intipati ibadah korban, yakni pengagungan syiar agama Allah swt. Si kafir Ahok ini hendak menutup syiar Allah dengan instruksinya. Dia ingin memadamkan cahaya Allah. Tapi Allah tak akan membiarkan (QS. At Taubah 32).

Catatan kita, itulah bahayanya bila orang kafir diberi kuasa untuk menetapkan orang-orang mukmin, maka Allah melarangnya (QS. An Nisa 141). Jika umat Islam Jakarta sedar, maka pasti mereka akan bergegas melaksanakan perintah Allah dan menolak si kafir Ahok menjadi Gubernur DKI. Wallahua'lam!

KH Muhammad Al Khaththath
Setiausaha Agung FUI

Riwayat Kompas Anti Islam

Belakangan semenjak Pemilihan Presiden 9 Julai 2014, bangsa Indonesia terbelah pula sokongan antara pro Prabowo dan Joko Widodo. Polarisasi ini justru pekat sampai menjelang pelantikan presiden Joko Widodo 20 Oktober 2014 yang akan datang. Gabungan Merah Putih (pendukung Prabowo) yang dikira akan segera bubar dan masing-masing didakwa akan 'merapat' ke kubu Joko Widodo, ternyata malah semakin kukuh bersatu dan memenangi pertarungan di DPR, mengalahkan kubu PDI-Joko Widodo dengan menggoalkan UU Pilkada dengan menukar Pilkada langsung dengan diganti dipilih DPRD. Kubu Prabowo dengan Koalisi Merah Putihnya mewakili sebagai kubu kekuatan kumpulan Islam dan kebangsaan. Sementara kubu Joko Widodo menampung aspirasi nasionalis, Kristian-Katolik dan aliran Kiri. 

Adalah harian milik misi Katolik: Kompas dengan sangat Spartan meletakkan diri dalam kedudukan menyokong kubu Joko Widodo. Serupa dengan sokongan ini, suara minor bahkan anti kepada aspirasi Islam pun disembur dengan kencang. Walaupun Kompas selama ini dikenali sebagai akhbar yang selalu mengedepankan bahasa yang halus untuk melancarkan misinya yang terselubung, namun akhir-akhir ini ciri khas Kompas itu hilang sudah. Kini wajah Kompas semakin mengeras dan terang-terangan 'melawan' aspirasi Islam. Atas nama membela kepentingan kubu Joko Widodo Kompas yang menjadi 'komando' media massa termasuk hampir semua media elektronik-TV itu, makin berani 'menyerang' kepentingan Islam. Bahasa gaya menyindir, yang halus sudah ditinggalkan diganti terang-terangan menyebut pelbagai kes penderaan seks dilakukan kyai, guru ngaji dan sebagainya. Dahulu Kompas menyindir pelaku pelacuran dengan menyebut para pelacur di Batam dengan nama samaran: Siti Fatimah, Ummi Khalsoum. Pertanyaannya mengapa tidak disebutkan dengan nama samaran orang Kristian misalnya: Deborah, Fransisca, Agnes? Mereka sengaja mencemar nama Islam dengan pemberitaan itu. 

Riwayat harian Kompas yang anti kepada Islam, catatan fakta yang boleh diungkapkan nescaya sangat panjang. Ingat saja pada 1990 peristiwa penghinaan tabloid Monitor-terbitan kumpulan Kompas-terhadap Nabi Muhammad Saw yang membawa Arswendo Atmowiloto masuk bui. Kes bayi yang membuka watak asli Kompas, yakni membenci kepada Islam dengan menghina Nabi Muhammad Saw, sebenarnya tidak cukup sekadar memenjarakan Arswendo. Sehingga Kompas nescaya "tertawa" sinis dengan hukuman sangat ringan itu. Ingat di kalangan gereja Inggeris dan Eropah-pada abad Pertengahan-- dikenali penghinaan kepada Kristian dengan hukuman blasphemy, di mana pelaku dihukum mati dengan cara tubuhnya dikoyak menjadi empat bahagian setelah diikat tangan dan kakinya oleh kuda, seraya kuda dipaksa untuk berlari ke empat penjuru sehingga tubuh Sang Pendosa agama ini tercabik menjadi empat bahagian yang mengerikan. Kerana sekatan yang ringan inilah Kompas semakin berani mengganggu apa saja berkaitan dengan aspirasi Islam di Indonesia. 

Tidak lama selepas kes Monitor dengan lebih berani Kompas melancarkan tuduhan: "Ijo Loyo-Loyo" bagi umat Islam yang pada 1990-an awal semakin bersahabat dengan pemerintahan Soeharto. Sebenarnya kedekatan Soeharto dengan kumpulan Islam sudah bermula sejak 1987 dan tercermin pada hasil Pilihan Raya 1987, di mana Golkar atas perintah Soeharto melakukan 'pembersihan' kepada ahli-pimpinan Golkar dari Kristian diganti Islam. Sebenarnya, Soeharto hanya membuat keseimbangan anggota DPR dan anggota kabinet pembantunya mula disusun secara berkadar-sesuai jumlah agama penduduk di Indonesia yang majoriti Islam--, kerana sebelum ini sejak 1967, selalu dominan orang-orang Kristian. Perubahan ini selalu dijelaskan oleh Habibie sebagai kerajaan ingin mengikuti asas berkadar, walau ternyata belum berkadar mutlak. 

Memang berlaku perubahan cukup ketara sejak 1988 itu, menteri-menteri bidang ekonomi yang dilanggan dijawat tokoh Kristian diganti sama sekali. Hilanglah menteri-menteri Kristian mulai: JB. Sumarlin, Frans Seda, Radius Prawiro, Adrianus Mooy, juga yang Islam tetapi bersekutu dengan Kristian misalnya Widjojo Nitisastro, Ali Wardana, Emil Salim, Saleh Afif dan seterusnya. Jabatan strategik pimpinan ABRI pun mula ditanggalkan yang semula di tangan jeneral-jeneral Kristian, seperti Panggabean, Benny Moerdany, Sudomo, diganti jendral yang Muslim, mulai Feisal Tanjung, R. Hartono, Sjafrie Sjamsoeddin sampai Prabowo Subianto. 

Ehwal perubahan politik Soeharto yang pro dan bersahabat dengan Islam ini pun ditandai langkah nyata semakin memperhatikan aspirasi Islam misalnya: melakukan kodifikasi undang-undang Islam yang menjadi embrio lahirnya UU Peradilan Agama (1989) juga memulakan lahirnya Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), dizinkannya Bank Islam dengan merasmikan pembukaan Bank Muamalat di laman Istana Bogor juga pada 1989 Bahkan kehidupan peribadi keluargo Soeharto yang makin merapat ke Islam ditandai pergi haji seluruh keluarga pada 1990, semua ini membuat kalangan Kristian semakin gundah dan dicerminkan oleh ungkapan 'Ijo Loyo-Loyo' Kompas yang sekaligus menjadi petanda bermulanya perlawanan sengit kepada rejim Suharto. Apalagi sikap Soeharto sejak Pilihan Raya 1992 saat itu semakin jelas yakni semakin menjauhi golongan Kristian yang selalu dipelopori oleh CSIS (Centre for stategic and International Studies), sebaliknya semakin merapat bersama kumpulan Islam. 

Kompas sejak 1992 itu bagai menabuh genderang perlawanan terhadap rejim Suharto. Sikap perlawanan itu terus dipupuk dan bermuara pada kejatuhan Suharto pada Mei 1998 Sikap konsisten Kompas yang sejati adalah selalu berlawanan dengan Islam. 

Itulah yang kemudian terjadi pada 1997 lebih 100 tokoh Islam melancarkan gugatan kepada Kompas dimulakan oleh KISDI (Jawatankuasa Indonesia Untuk Perpaduan Dunia Islam). Sejumlah tokoh Islam plaintif Kompas itu di antaranya: M. Amien Rais, M. Syafii Maarif, Deliar Noer, Kuntowidjojo, Afan Ghafar, Kyai Misbach, Prof Daud Ali Guru Besar UI, Ahmad Sumargono, KH Abdul Rasyid AS, KH Cholil Ridwan, dan lebih 100 tokoh lain. 

Tuntutan itu dicetuskan oleh tajuk rancangan Kompas 28 Ogos 1997 dan 2 September 1997, namun hakikatnya tuntutan itu ditujukan kepada sikap dan penampilan Kompas yang selalu melecehkan aspirasi Islam dalam berbagai ekspresi yang sangat menghina. Gugatan kepada Kompas ini pada awalnya bermula dari protes KISDI atas memuatkan dua tajuk rencana Kompas seperti disebut dimuka berjudul "Kekerasan Membuat Algeria runyam", "Korban Terus Berjatuhan dan Situasi Algeria" semakin kusut ratusan orang dibantai. 

Dalam tajuk ini sangat tergambar kebencian Kompas seraya memanipulasi adanya kekejian pembunuhan di Algeria yang amat sadistis, diantaranya tertulis dalam tajuk itu, Kompas menuduh pembunuhan sadis dilakukan FIS (Front Islamique Du Salute) kutipannya: "Berbagai kalangan geram dan marah terhadap tindakan kaum militant FIS yang dinilai tidak berperikemanusiaan, sadis, kejam dan tanpa ampun ". Kompas jelas memfitnah FIS juga Islam secara keseluruhan, kerana dalam peristiwa pembunuhan sadis di Algeria itu oleh media besar Barat sendiri seperti Washington Post, The New York Time, Newsweek terang-terangan meragukan pelaku pembunuhan sadis di Algeria itu adalah Kumpulan Islam FIS. Padahal Kompas sudah memblow-up kekejian itu sebagai dilakukan FIS dan menggambarkan kekejian itu adanya pembunuhan orang tua, anak-anak yang dipenggal kepalanya seraya kepala itu dipamerkan di atas pintu rumah. Bahkan digambarkan kekejaman FIS membantai para wanita hamil yang dirobek perutnya oleh senjata tajam. 

Fitnah Kompas ini dilaporkan KISDI ke Menteri Penerangan R. Hartono, sehingga pemberitaan minor itu pun terhenti. KISDI pun segera membentuk TPI (Tim Pembela Islam) yang dipelopori Hartono Mardjono, SH dan Bachrun Martosukaro, SH yang akan melayangkan somasi terhadap Kompas. Peristiwa ini menjadi berita besar nasional dan berakhir dengan perdamaian antara TPI mewakili 100 tokoh Islam melawan Kompas. Ketua MUI KH​​. Hasan Basri pun menjadi saksi perdamaian itu dengan janji-janji pihak Kompas tidak akan mengulangi perbuatannya. 

Ternyata janji-janji itu tidak pernah ditepati. Penampilan Kompas yang cenderung melecehkan Islam tetap selalu tampil. Gangguan jika tidak langsung dilakukan Kompas juga dilakukan oleh media-media yang diterbitkannya. Seperti yang dilakukan harian berbahasa Inggeris milik Kompas, The Jakarta Post memaparkan illustrasi belum lama ini tentang ISIS yang sangat menghina Islam secara keseluruhan. Pelbagai elemen Islam seperti FPI (Front Pembela Islam) melaporkan ke Polri namun pihak Polis tidak memproses dengan cepat dan fair. Kerana itu Kompas semakin berani melecehkan Islam dalam pelbagai ekspresi dan dimuat di media online-nya seperti Kompas.com, Tribunnews.com, dan pelbagai media kumpulan mereka. 

Sekadar mengungkap catatan, Kompas pernah melancarkan perasaan anti Islam melalui majalah Jakarta-Jakarta pasca Rusuhan Mei 1998 Fitnah luar biasa itu melalui tulisan pendapat FX Rudi Gunawan. Tulisan itu mendedahkan bahawa dalam rusuhan Mei 1998 telah terjadi rogol beramai-ramai terhadap warga negara keturunan China oleh orang Islam. KISDI lagi yang melakukan protes ke Deppen, apalagi kemudian berita bohong Jakarta-Jakarta itu pun menjadi berita antarabangsa. Bahkan FBI dan CIA di Amerika Syarikat sempat mempercayai berita bohong itu dan menampung permintaan suaka ratusan keturunan Cina ke AS dengan alasan sebagai korban rogol umat Islam di Jakarta. Kerana dalih mereka ditulis dalam sebuah pengakuan yang seragam (sama persis hanya foto copy) membuat pihak keamananan Amerika curiga dan melakukan siasatan ke Jakarta. Hasilnya menurut Sultan Abu Bakar (Voice of America) gelombang carian suaka keturunan China itu dikendalikan seorang agen pencari kerja dari China ke AS. 

Kompas memang sangat 'kreatif' dalam melecehkan Islam, dan tidak habis-habis selalu minor dari aspirasi Islam. Belum lama ditandatangani perjanjian damai heboh Somasi TPI ke Kompas, masuk bulan Ramadhan 1998 (Kompas, 3 Januari 1998) kembali Kompas berulah dengan memuatkan berita foto sangat besar di halaman satu dengan tajuk "Sarapan Pagi". Foto yang sangat besar itu bagai mengganggu umat Islam saat itu tengah berpuasa. Foto itu terasa kontroversi dimuat secara ketara dalam saiz besar (tiga ruang di laman muka) setinggi setengah halaman akhbar, dengan keterangan foto "Sarapan Pagi: Menjelang pelajaran bermula murid SD Slopeng Sumanep, Madura ini menyempatkan diri untuk sarapan pagi. Dengan wang Rp100, - di kantin belakang sekolah, mereka dapat menikmati sepiring nasi uduk dengan lauk ala-kadarnya. "Memuatkan foto itu mengusik tokoh Betawi juga Ketua Bamus Betawi Mayjen (Purn) Eddie M. Nalapraya. Menurut Eddie saat itu, gambar itu jelas mengganggu umat Islam yang tengah berpuasa juga menghina orang Madura yang 100% beragama Islam. Foto itu menurut bekas Timbalan Gabenor DKI Jakarta itu, sengaja dimuat untuk "menyindir" bahkan mengganggu umat Islam yang saat itu tengah berpuasa. 

Gaya Kompas yang sinis dan "menyerang" Islam itu seolah-olah kini di era pemerintahan Joko Widodo yang didukungnya habis-habisan sejak awal itu, akan lebih nyaring dilontarkan. Mungkin mereka merasa kembali sebagai pendamping penguasa seperti di awal era Orde Baru bersama Soeharto. Mungkin. [HM Aru Syeif Assadullah Pimred Tabloid Suara Islam]

Pengunjung

Free counters!