Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS Al A’raf 7:96) Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, Maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, Maka sudah sepantasnya Berlaku terhadapnya Perkataan (ketentuan kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (QS Al Isra’ 17:16) Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa (QS Al An’am 6:44).
Tampilkan postingan dengan label Semangat Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semangat Islam. Tampilkan semua postingan

03 April 2013

Jawaban Ustadz Yusuf Mansur terkait barongsai di acara wisuda tahfidz

Ini jawaban Ustadz Yusuf Mansur terkait barongsai di acara wisuda tahfidz
JAKARTA – Sabtu, (30/3), sekitar 70.000 orang tumpah ruah menyesaki Gelora Bung Karno, Jakarta dalam Wisuda Akbar PPPA Darul Quran. Wisuda Akbar Indonesia Menghafal Quran (IMQ) 4 diikuti puluhan ribu peserta dari berbagai kota di Indonesia dan dihadiri oleh Imam Masjidil Haram, Sa’ad Al Ghamidi.
Namun, acara tersebut mendapat kritikan yang keras di beberapa media islam terkait adanya salah satu peserta melakukan atraksi BARONGSAI saat mengikuti parade dalam pembukaan Wisuda Akbar PPPA Darul Quran di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (30/3 2013).
Ustadz Yusuf Mansur pun menuai kritikan tajam, bahkan acara tersebut disebut-sebut penyebaran kemusyrikan atas nama acara hafalan Qur’an. Mengenai hal ini, Ustadz yang biasa disapa Ustadz YM ini menjawabnya sebagai berikut:
Begini. Itu acara diikuti oleh 70 ribu orang. Buaanyak orang kepengen ikutan partisipasi. Pembesar-pembesar negeri udah saya larang buat ikutan. Ada beberapa yang saya iyakan, satu dua saja.
Seperti slank, saya berikan partisipasinya sebab saya punya pandangan lain. Slank ini pengikutnya banyak. Jutaan. Slank ngafal surah arrahman dengan terbata-bata. Dan, saya mengapresiasi. Semangat sekali.
Lantas saya yang bangga dan bahagia, tambah bangga dan bahagia ketika Slank berkenan hadir, dan bahkan membuat rumah tahfidz untuk slankers. Di hari H, beliau memang ga hadir, tapi memberikan rekaman statement. Mudah-mudahan pengikut slank pada mau baca qur’an, sebagaimana mereka yang berhenti narkoba lalu diikuti jutaan fansnya.
Tentang barongsai … 10 ribuan anak-anak rumah tahfidz pada parade. Mereka mewakili rumah-rumah tahfidz se-nusantara. Ada banyak di antara mereka yang menempuh perjalanan baik kapal laut, udara dan darat. Atraksi mereka pun bermacam-macam. Dan sebab keterbatasan waktu, tenaga, dan SDM, kami tidak bisa menyeleksi satu demi satu.
Hingga ada rumah tahfidz yang berpakaian kungfu, berpakaian silat, berpakaian adat-adat jawa, berpakaian olahraga, bermacam-macam tarian dan atraksi, hingga kemudian ada 2 anak yang menggunakan barongsai.
Atraksi cukup menghibur, tanpa kami sadari kalau barongsai itu seperti diulas oleh sebagian kawan. Pas melintas, saya jelaskan tentang hubungan antara Islam dan kebudayaan, kepada syeikh bashfar dan syeikh al ghomidi. Juga permintaan maaf di awal, akan adanya sedikit musik.
Dari sisi dakwah … semua hiburan dan parade dilakukan di awal, sebelum acara intinya. Kalaupun saya tau, misalnya, di awal, lalu 2 anak yg memakai barongsai tadi udah di depan pintu, agaknya, tetap saya loloskan. Kasian … he he he. Udah datang jauh-jauh dan udah dipersiapkan.
Saya mencoba memahami sisi baiknya saja. Semua prosesi pembukaan, itu semua di pagi hari. Baru kemudian prosesi acara tausiyah dan pembacaan qur’an oleh imam.
Pelaksanaan pengetesan tahfidz dilaksanakan di berbagai kota, untuk mereka yang hafal Surah Annaba lengkap dan Al Baqarah 50 ayat pertama. Baru kemudian puncaknya, menghadiri bersama wisuda akbar ke-4 ini.
Selama ini, wisuda akbar ke-1 s/d ke-3, diselenggarakan di masjid. Dari tahun ke tahun, jumlahnya sangat signifikan nambahnya. Itu belom trmasuk ratusan ribu orang yang ga bisa hadir dengan sebab berbagai alasan.
Sedikitnya, 300 ribu santri rumah tahfidz, pastinya ga bakalan hadir semua. Mereka gratis selama ini makan, minum, pakaian, SPP, tempat tinggal, dan lain-lainnya di 3000-an rumah tahfidz.
Siapa yang mendanai mereka kalau ke Jakarta?
Mereka pastinya ga hadir semua. Yang hadir di GBK, perwakilannya saja. Itu pun ga semua rumah tahfidz. Hanya rumah tahfidz yg memiliki donatur cukup saja. Dan itu belum menjangkau masyarakat yang lain, yang bukan santri rumah tahfidz.
Saya sering banget menemukan orang per orang yang dengan senyumannya, lapor dan membaca ayat yang dihafalnya, di depan saya, dan kami-kami. Ini sungguh menggembirakan.
Sebutan bahwa ini kemusyrikan yang dibungkus dengan wisuda akbar penghafal qur’an, sungguh sudah masuk ke ranah tuduhan niat. Dan ini sudah bukan kearifan nasihat lagi. Tapi saya intruksikan semua sahabat, termasuk saya pribadi, untuk tetap menerima. Sebab cacian aja ada manfaat dan kebaikannya, apalagi nasihat. Jadi, ya harus diterima.
InsyaAllah GBK pun rasanya tersenyum. Setelah dibombardir kemaksiatan, termasuk pertunjukan-pertunjukan musik, dan lain-lain kegiatan keagamaan lain, akhirnya GBK yang dulunya adalah tanah-tanah betawi yang pastinya shalat, bisa dipakai untuk ngaji lagi.
Subhaanallaah … melengkapi kawan-kawan organisasi Islam lain yang jg sdh mendahului memakai GBK. Sebagai warna, ini bukan warna monochrome. Layar hitam putih. Ini layar berwarna.
Ke depan, kami akan lebih semarakkan lagi, dengan niatan mulia karena Allah. Perhelatan 5M ini didanai oleh ribuan donatur dari penjuru negeri. Mereka ambil bagian semua.
Semoga ibadah semuanya diterima Allah.
Rekaman wisuda akbar, setelah diedit, akan ditayangkan hampir di seluruh jazirah arab, dan di negara-negara yang menjadi negara binaan hai-ah.
Jazaakumullaah buat semuanya.
(annajah/yusufmansur.com/arrahmaah.com/salamalaika)

02 April 2013

Astaghfirullah! Menyebarkan kemusyrikan barongsai berkedok wisuda penghafal Qur'an?


Astaghfirullah! Menyebarkan kemusyrikan barongsai berkedok wisuda penghafal Qur'an?



Oleh: Nahimunkar.com
(Salakmalaika) - Mau dibawa ke mana Ummat Islam oleh IMQ-nya YM?
Berita tentang acara wisuda IMQ dengan parade yang menampilkan kemusyrikan barongsai, sebagai berikut.
***
KEMERIAHAN WISUDA AKBAR IMQ KE-4 DI GBK
barongsai

Foto barongsai: ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko (insert: Yusuf Mansur)
Salah satu peserta melakukan atraksi BARONGSAI saat mengikuti parade dalam Wisuda Akbar PPPA Darul Quran di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (30/3 2013)
Acara Indonesia Menghafal Quran ini diikuti puluhan ribu peserta dan dihadiri Imam Masjidil Haram, Sa’ad Al Ghamidi.
Keramaian puluhan ribu peserta saat mengikuti parade dalam Wisuda Akbar PPPA Darul Quran di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (30/3). Wisuda Akbar Indonesia Menghafal Quran (IMQ) 4 diikuti puluhan ribu peserta dari berbagai kota di Indonesia dan dihadiri oleh Imam Masjidil Haram, Sa’ad Al Ghamidi. /mdk.
***
Al-Qur’an memberantas kemusyrikan, tarian barongsai praktek nyata kemusyrikan, laa haula walaa quwwata illaa billaah
Liong/Naga dan Barongsai. Tradisi ini adalah tradisi wajib pada perayaan Imlek. Dalam kepercayaan warga Tionghoa, Liong dan Barongsai merupakan lambang kebahagiaan dan kesenangan. Pertunjukan tarian singa dan naga ini dipercaya bisa membawa hoki.
Liong dan Barongsai yang merupakan keyakinan kemusyrikan dari negeri Cina itu ditampilkan di acara parade dalam Wisuda Akbar PPPA Darul Quran pimpinan Yusuf Mansur di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (30/3 2013). Wisuda Akbar Indonesia Menghafal Quran (IMQ) 4 itu diikuti puluhan ribu peserta dari berbagai kota di Indonesia dan dihadiri oleh Imam Masjidil Haram, Sa’ad Al Ghamidi.
Terhadap kelakuan penyebaran kemusyrikan atas nama acara hafalan Qur’an ini, siapakah yang memiliki ghirah Islamiyah yang tidak mengelus dada. Untuk acara wisuda akbar Indonesia Menghafal Al-Qur’an (IMQ) ke-4, kini menampilkan tarian yang mengandung kemusyrikan. Ditampilkanlah tarianbarongsai, tarian dari negeri Cina yang bukan sekadar hiburan tetapi punya makna untuk mengusir roh jahat dan menolak bala’.
Apakah Al-Qur’an itu sekarang agar cukup dihafal saja lalu diadakan upacara wisuda akbar dihadiri ribuan orang sambil agar tidak percaya lagi terhadap benarnya surat al-ikhlash dan surat al-Kafirun?
Padahal ancaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tegas.
Dalam sebuah hadits panjang, disebutkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِى بِالْمُشْرِكِينَ وَحَتَّى تُعبَد الأَوْثَان
“…Kiamat tidak akan terjadi hingga sekelompok kabilah dari umatku mengikuti orang-orang musyrik dan sampai-sampai berhala pun disembah…” (Shahih Ibni Hibban Juz XVI hal. 209 no. 7237 dan hal. 220 no. 7238 Juz XXX no. 7361 hal 6, Syu’aib al-Arnauth berkata, “Sanad-sanadnya shahih sesuai dengan syarat Muslim).
Betapa jelas kemusyrikan dalam tarian barongsai, bila dipandang dari ayat-ayat Al-Qur’an. Inilah uraiannya.
Barongsai, Tak Sekadar Hiburan
Kamis, 04-11-2010
Barongsai bukan sekadar seni hiburan, tapi memiliki makna spiritual bagi masyarakat Tionghoa. Tari Barongsai dikenal dengan gerakannya yang energik, ekspresif, menegangkan sekaligus menakjubkan. Tarian ini merupakan perpaduan keserasian dan dinamisasi gerak para penarinya yang atraktif dengan iringan musik tambur, gong, dan simbal.
Para penari atau pemain Tari Barongsai kebanyakan berlatar seni bela diri, kungfu dan Wushu. Hal ini berkaitan dengan gerakan tariannya bergaya akrobatik, yakni dengan salto, meloncat, melompat dan berguling.
Barongsai biasanya digelar bukan hanya pada perayaan-perayaan seperti menyambut Imlek (Spring Festival) atau Cap Go Meh (Lantern Festival), tetapi juga digelar saat upacara-upacara penting lainnya seperti, peresmian perkantoran, toko, pusat perbelanjaan, restoran, hotel, rumah, upacara pernikahan, festival budaya, kelenteng dan sebagainya.
Di negara asalnya, Ti-ongkok, tarian ini disebut dengan Lungwu atau Tarian Singa (simplified Chinese: traditional Chinese: pinyin: wushi). Setidaknya ada tiga jenis barongsai dikenal di dunia, yaitu xuang shi (singa kembar), qing shi (singa hijau), dan xing shi (singa sadar).
Barongsai di sana juga bukan sekadar seni hiburan semata, tapi dipercaya memiliki makna spiritual sebagai penolak bala juga mengekspresikan sebuah optimisme, kedamaian dan kesejahteraan.
Barongsai juga digambarkan sebagai simbol dari singa yang berani dengan memiliki sifat sebagai
‘Raja Rimba yang perkasa’ melindungi yang lemah. Selain itu singa juga dilambangkan binatang yang dipercaya memiliki kekuatan mistis dan magis yang bisa mengusir roh jahat atau tolak bala. Zaman dahulu permai-nan ini sering bermain dalam istana kekaisaran yang tujuannya untuk menghibur para penonton.
Secara keseluruhan, gerakan utama dari tarian barongsai adalah gerakan singa yang memakan amplop berisi uang yang disebut dengan istilah lay see. Di atas amplop tersebut biasanya ditempeli dengan sayuran selada air yang melambangkan hadiah bagi sang singa. Proses memakan lay see ini biasanya berlangsung sekitar separuh bagian dari seluruh tarian barongsai itu.
Sejarah Barongsai
Berbagai versi muncul mengenai asal mula tarian Barongsai ini. Dalam sebuah buku ‘Festival Tradisi Budaya China’ karangan Dr Kai Kuok Liang di Shanghai RRC menyebutkan bahwa Singa datang dari bagian Barat daratan China. Waktu itu dinaiki oleh Pangeran Bun Cu Phu Sak yang membawa ajaran Budha ke Tiongkok, dikenal dengan zaman Lima Dinasti-Han (947-950 SM).
Sedang cerita lain mengatakan, tarian ini sudah ada pada zaman Dinasti Xie Han. Saat itu, Kekaisaran Han Bu Tie mengutus Menteri Chang Chiau ke bagian Barat Tiongkok. Sewaktu kembali, sang Menteri Chiau membawa sebuah seni budaya setempat, yakni permainan singa (Tarian Barongsai).
Ada pula yang menyebutkan tarian ini sudah ada sejak abad ke-5 atau zaman dinasti Sung, atau zaman Selatan-Utara. Versi lain menyebutkan, tarian ini sudah digelar sejak masa Dinasti Thang (618-907 sebelum masehi).
Sementara, menurut seorang guru besar asal Universitas Jinan, China, Huang Kun Zhang, menyebutkan Tarian Barongsai ada sejak tahun 420-589 Masehi, yakni pada zaman pemerintahan dinasti Selatan-Utara atau Nan Bei. Ketika itu, pasukan Raja Song-Wen-Di kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah Raja Fan-Yang dari negeri Lin Yi.
Timbullah sebuah inisiatif dari sang panglima perang Raja Song Wen Di bernama Zhong Que untuk membuat sebuah boneka tiruan Singa yang sangat besar. Upaya sang panglima ternyata tidak sia-sia, dia berhasil mengusir pasukan gajah yang lari ketakutan karena melihat singa raksasa yang siap menerkam dan menyerang mereka.
Di Indonesia, Barongsai mulai masuk pada abad 17 atau saat terjadi migrasi besar-besaran dari China Selatan. Nama Barongsai menurut versi Indonesia berasal dari dua suku kata, Barong dan Sai. Kata Barong, berasal dari bahasa Melayu yang mirip dengan kesenian barong asal dari Jawa atau barong/singa-singaan dari Bali, sedang kata Sai berasal dari sebuah dialek Hokkian yang bermakna Singa. Suku Hakka sendiri menyebutkan permainan Barongsai ini dengan Tsam Sie Theu.
Mulanya keberadaan seni Tionghoa ini cenderung sembunyi-sembunyi dan tidak dipertontonkan secara umum. Namun sejak Inpres No. 14 Tahun 1967 dicabut dengan Keputusan Presiden (Keppres) No. 6 tahun 2000, kesenian ini mulai bangkit.
Barongsai di Indonesia sendiri sebenarnya mengalami masa maraknya ketika zaman masih adanya perkumpulan Tiong Hoa Hwe Koan. Setiap perkumpulan Tiong Hoa Hwe Koan di berbagai daerah di Indonesia hampir dipastikan memiliki sebuah perkumpulan barongsai.
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=55718&jenis=Etnik
***
Apakah Umat Ini Aman dari Ancaman Syirik?
Banyak peringatan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umat akhir zaman terhadap bencana syirik. Bahkan beliau tegaskan umatnya kelak ada yang mengekor kaum musyrikin hingga berhala pun disembah.
Dalam sebuah hadits panjang, disebutkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِى بِالْمُشْرِكِينَ وَحَتَّى تُعبَد الأَوْثَان
“…Kiamat tidak akan terjadi hingga sekelompok kabilah dari umatku mengikuti orang-orang musyrik dan sampai-sampai berhala pun disembah…” (Shahih Ibni Hibban Juz XVI hal. 209 no. 7237 dan hal. 220 no. 7238 Juz XXX no. 7361 hal 6, Syu’aib al-Arnauth berkata, “Sanad-sanadnya shahih sesuai dengan syarat Muslim).
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“لا تقوم الساعة حتى يرجع ناس من أمتي إلى أوثان كانوا يعبدونها من دون الله- عز وجل”.
“Tidak akan terjadi hari kiamat hingga sekelompok kaum dari umatku kembali kepada berhala. Mereka menyembah berhala tersebut di samping Allah Subhanahu wa Ta’ala .(Riwayat Abu Dawud al-Thayalisi dari Musa bin Muthir, lemah. Ithaful Khirah wal Mahrah Bizawaid Juz 8 hal. 34).
Autsan dalam bentuk jamak (plural) dari watsan, artinya berhala. Watsan adalah segala sesuatu yang mempunyai bentuk badan yang biasanya dibuat dari unsur tanah, kayu, atau bebatuan seperti bentuk manusia. Benda ini dibentuk, dimuliakan, dan disembah. Kadang juga watsan mencakup sesuatu yang tidak berbentuk gambar/bentuk.Shanam adalah gambar tanpa bentuk badan.
Sesembahan ini, kalau zaman jahiliyah berbentuk patung-patung orang saleh, sekarang bisa diwujudkan dalam kuburan-kuburan atau petilasan-petilasan orang shaleh yang dianggap shaleh. Kini ada pembela kesyirikan menganggap melarang orang berdoa di kuburan merupakan bentuk kurang ajar kepada para wali, alias tidak mau menghormati orang yang layak dihormati, bahkan dicap sebagai pengikut iblis yang tidak mau menghormati Adam. Subhanallah!
Gaya-gaya perilaku kaum Musyrik kini memang banyak melanda kaum Muslimin. Di antaranya bersumpah dengan selain Allah, kasidah yang penuh dengan bait-bait syirik, mengubur orang saleh dalam masjid, menjadikan kuburan sebagai tempat perayaan dan ibadah, melakukan nadzar untuk para wali, menyembelih korban di kuburan para wali, thawaf mengitari kuburan yang dianggap wali, bahkan ada yang bersujud kepada kuburan kiai. Di Solo bahkan orang berjubel untuk membuntuti kerbau yang dijuluki Kyai Slamet. Hewan bule ini setiap bulan baru Muharram dilepas mengelilingi kraton Solo. Di antara yang hadir berebut mendapatkan kotoran hewan yang sering menjadi lambang kebodohan tersebut. Ya, kotorannya dijadikan rebutan. Diambil berkahnya, kata mereka. Mereka bukan hanya orang tua, tetapi juga anak-anak muda! Di belahan lain ada sekelompok orang yang tekah bersyahadat, mengantar sesajen ke gunung Lawu dan Merapi. Yang lain memberikan sedekah laut alias larung sesaji ke pantai laut Selatan. La haula wala quwwata illa billah.
Zaman memang sudah bergeser, berubah dari kondisi zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hingga seorang pakar hadits Imam Bukhari membuatkan sebuah bab dalam Shahih-nya ‘Bab Taghayuru al-Zaman hatta tu’badu al-Autsan—Berubahnya Zaman hingga Berhala Kembali Disembah Shahih Bukhari Juz VI hal. 2604.
Bahkan kelak dedengkot berhala kaum musyrikin Quraisy akan kembali diagungkan. Aisyah berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« لاَ يَذْهَبُ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ حَتَّى تُعْبَدَ اللاَّتُ وَالْعُزَّى ».
“Malam dan siang tidak akan lenyap (terjadi kiamat) hingga Lata dan Uzza kembali disembah.” (Shahih Muslim : 6907, Sunan al-Tirmidzi no. 2228, dan Musnad Ahmad no. 8164, Mukadimah Masail Jahiliyah juz I hal. 16).)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam punya perhatian yang lebih terhadap ancaman kesyirikan, hingga pada hari meninggalnya beliau masih sempat mengingatkan umatnya agar tidak mengikuti perilaku Ahli Kitab yang berlebihan dalam memuji nabi dan orang saleh, sikap mereka menyeret kepada syirik besar. Akankah kita sebagai umatnya yang kini semakin lemah justru merasa aman dari syirik. Sungguh, muslim bergaya syirik kini sedang ngetrend. Semoga kita diselamatkan oleh Allah!
(Dikutip dari Majalah Fatawa Vol. V/No. 03, Jogjakarta, Rabi’ul Awwal 1430, Maret 2009 hal. 8-11)
http://nahimunkar.com/276/trend-muslim-bergaya-musyrik/
Mengenai wisuda IMQ, sehari sebelumnya telah dijelaskan acara yang akan berlangsung. Inilah beritanya.
Syekh-Al-Hazimi-dan-Yusuf-Mansur
Jumat, 29 Maret 2013 18:25:40 WIB

Ustadz Yusuf Mansyur Gelar Wisuda Akbar Penghafal Al Quran

JAKARTA (Pos Kota) – Program Pembibitan Penghafal Al Qur’an (PPPA) Pesantren Daarul Qur’an pimpinan Ustadz Yusuf Mansur, akan menggelar Wisuda Akbar Indonesia Menghafal Qur’an (IMQ) 4 di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada Sabtu, 30 Maret 2013. Wisuda kolosal tersebut bakal diikuti puluhan ribu peserta dari berbagai kota di Tanah Air.
Menurut Ustadz Yusuf Mansur, sejak pekan pertama Maret 2013, ribuan kandidat wisudawan telah mengikuti seleksi yang diselenggarakan PPPA Daqu Pusat dan cabang. “Mereka baik santri maupun masyarakat umum, menyetor hafalan (muraja’ah) Surah Al Baqarah ayat 1-50 atau An Nabaa’ ayat 1-40,” katanya saat ditemui di Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an, Cipondoh, Tangerang, kemarin.
PPPA Daqu Bandung mengirim peserta lebih 1000 orang. 1000 lebih dari Sumatera Utara dan Aceh serta Sumatera Selatan juga Bangka Belitung. Sementara dari Jabodetabek, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Lampung, Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan lainnya mengirim lebih dari 5000 peserta.
Wisuda Akbar Indonesia Menghafal Qur’an 4, bakal dihadiri sejumlah ulama dan qari’ internasional. Diantara Syekh Saad Al-Ghomidi dan DR Abdullah bin Ali Basfar (Saudi Arabia), Syekh Abdul Jamal Yusuf (Gaza), DR Amin Kurdi (Lebanon), Syekh Thoriq (Kementrian Agama dan Wakaf Qatar) serta DR Kholid (Lebanon). (Anggara/d) poskotanews.com
***
ORANG MUSYRIK, HARAM MASUK SURGA
{إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ} [المائدة: 72]
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS Al-Maaidah: 72)
Sumber: Nahimunkar.com  /   arrahmah.com)

25 Maret 2013

Di NKRI Tidak Ada Tempat Sikap Anti Tuhan


Seorang peneliti Pancasila, Prof Drs Notonagoro mengatakan bahwa sila pertama dalam Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, meliputi dan menjiwai sila-sila: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat dalam Permusyawaratan/Perwakilan dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Selanjutnya, kata Notonagoro, pasca Dekrit Presiden 5 Juli 1959, Ketuhanan Yang Maha Esa dimaknai dengan, "Kesesuaian dengan hakikat Tuhan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab". Artinya, mutlak bahwa di dalam negara Republik Indonesia tidak ada tempat bagi penentangan dalam hal ke-Tuhanan (anti Tuhan) atau anti agama, dan bagi pemaksaan (untuk memeluk) agama tertantu.

Demikian penjelasan Ketua Presidium Masyarakat Peduli Syariah (MPS) H Bambang Setyo, dalam acara Majelis Taqarrub Ilallah "Mewujudkan Jakarta Bersyariah", kerjasa sama Suara Islam dengan Masyarakat Peduli Syariah (MPS) Bekasi, di Masjid Baiturahman, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (23/3/2013).

Penjelasan Bambang ini adalah terkait dengan sejarah pembuatan dasar negara ini, dimana diketahui bahwa para founding fathers dahulu mendirikan negara ini berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, bukan yang lain. Artinya, jika negara ini berdasar Ketuhanan YME, maka perjuangan mewujudkan Jakarta bersyariah bahkan NKRI bersyariah adalah sah dan konstitusional.

Pendapat Notonagoro ini, kata Sekretaris Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) itu juga selaras dengan pendapat KH Agus Salim sebagai anggota perumus pembukaan Piagam Jakarta. Pada 21 Juni 1952, KH Agus Salim mengatakan, "Tidak seorang pun dari perumusnya pada masa itu yang ragu bahwa dengan pokok dasar Ketuhanan Yang Maha Esa yang dimaksudkan adalah aqidah, kepercayaan agama dengan kekuatan keyakinan bahwa kemerdekaan bangsa dan tanah air itu suatu hak yang diperoleh dari rahmat karunia Tuhan Yang Maha Esa dengan ketentuan-Nya yang dilaksanakan-Nya dengan semata-mata kekuasaan-Nya pada ketika masanya menurut Kehendak-Nya." (SI ONLINE)


01 Februari 2013

Allah Pasti Membalas Arogansi Kaum Kafir Pembangkang

“Gusti Allah ora sare!”.  Allah tidak pernah tidur!  Demikian sering kita dengar rintihan kaum tertindas.  Benar!  Allah SWT tidak pernah ngantuk dan tidur. (QS. Al Baqarah 255).

Artinya, siapapun harus sadar bahwa segala perbuatannya, yang baik maupun yang buruk, yang adil maupun yang zalim, yang iman dan membenarkan risalah Allah maupun  yang kafir dan mendustakan risalah Allah yang dibawa para Rasul-Nya dan diajarkan para ulama; semua diketahui oleh Allah SWT. Tak satu pun yang luput dari pengawasannya Allah SWT. Dia SWT bukan sekedar mengetahui, tapi pasti akan membalasnya.

Allah menegaskan pembalasannya kepada kaum kafir pembangkang itu dalam firman-Nya: “Dan Sesungguhnya kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).  Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, Kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa. (QS. Sajadah 21-22).

Allah Hancurkan Negeri Kaum Pembangkang

Sudah berlalu kaum terdahulu, keingkaran dan pembangkangan mereka kepada risalah Allah SWT yang dibawa oleh para Rasul kepada mereka, menyebabkan mereka diadzab. Itu banyak sekali dikisahkan  dalam Al Quran agar menjadi pelajaran bagi umat Nabi Muhammad saw., yakni siapapun yang hidup di zaman berlakunya risalah yang dibawa Nabi Muhammad saw. sejak beliau saw diutus hingga hari kiamat. Agar jangan sampai menolak dan membangkang alias bermaksiat kepada perintah Allah dan Rasul-Nya. Dia SWT berfirman: “Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Aad? (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi, yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain. Dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah. Dan kaum Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),  yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri. Lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu.  Karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi. (QS. Al Fajr 6-14).

Allah  SWT kirim banjir yang menenggelamkan kaum nabi Nuh a.s Allah SWT berfirman:  “Dan Sesungguhnya kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim”. (QS. Al Ankabut 14). 

Allah kirim angin yang dahsyat disertai bunyi guruh yang menggelegar kepada Kaum 'Ad yang telah mendustakan Nabi Nabi Hud a.s hingga mereka tertimbun pasir dan akhirnya binasa.  Allah SWT berfriman:

“Adapun kaum 'Aad Maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata: "Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?" dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya daripada mereka? dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) kami. Maka kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, Karena kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. dan Sesungguhnya siksa akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan”. (QS. Fushilat 15-16).

Allah mengazab Ashabal Hijr, yakni Kaum Tsamud yang mendustakan Nabi Saleh a.s.  yang membawa mukjizat onta ajaib yang susunya tidak habis-habisnya. Tapi kaum kafir pembangkang itu membunuh unta tersebut sehingga Allah menimpakan azab kepada mereka (QS Al Hijr: 80-84).

Allah SWT mengirimkan hujan batu yang panas dari langit hingga membinasakan Kaum Soddom. Mereka sombong dan melecehkan Nabi Luth a.s dan pengikutnya. Mereka kaum homo seks dan lesbian yang menjijikkan pertama kali. Bahkan saking tololnya kaum Sodom ini hendak mensodomi para malaikat yang berwujud lelaki tampan, padahal para malaikat itu diutus Allah SWT untuk membinasakan mereka (QS. Huud 77-81). Allah SWT berfirman: “Maka tatkala datang azab kami, kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi. Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim. (QS. Huud 82-83).

Firaun yang kekuasaannya luar biasa, tentaranya yang banyak, punya konglomerat bernama Qarun, dan teknolog bernama Haman. Kekuasaan dan kehebatannya membuatnya lupa diri dan tidak mau diingatkan oleh Nabi Musa a.s. Bahkan Firauan dan balatentaranya yang seratus ribu orang mengejar Nabi Musa dan kaumnya hendak membasmi mereka. Tapi Fir’aun yang melampui batas ini akhirnya ditenggelamkan oleh Allah di laut Merah dan imannya saat sakaratul maut tidak diterima. Jasadnya diselamatkan Allah untuk jadi pelajaran bagi kaum yang datang kemudian (QS. Yunus 90-92). Menurut penelitian forensik jasad Firaun itu mati dalam keadaan stres berat. 

Kaum Yahudi yang tinggal di pantai Ailah dekat teluk Aqabah telah melanggar perintah Allah untuk beribadah pada hari Sabtu. Allah menguji mereka dengan memberikan ikan yang banyak pada hari Sabtu dan tidak ada ikan pada hari lainnya. Mereka meminta rasul Allah untuk mengalihkan ibadah pada hari lain, selain Sabtu. Mereka (ashabus sabt) membangkang larangan Allah mencari ikan di hari Sabtu, maka mereka dilaknat Allah menjadi kera yang hina. Allah SWT berfirman: Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, kami katakan kepadanya: "Jadilah kamu kera yang hina” (QS. Al A’raf 166).

Jangan merasa aman dari makar Allah

Allah SWT kapan saja bisa membinasakan kaum kafir dan pembangkang yakni ahli maksiat. Mereka yang kafir, tidak bersyukur atas segala karunia Allah, malah sombobng dan meremehkan agama Allah dan melecehkan orang-orang yang beriman dan memusuhi pejuang syariat Allah, siap-siaplah berperang melawan Allah. Dan pasti mereka akan kalah, akan binasa. Kisah-kisah di atas begitu gamblangnya menjelaskaan ketidak berdayaan manusia di hadapan Allah, bahkan dihadapan para malaikat dan tentara Allah. 

Kalau berbagai bangsa hari ini ditimpa musibah banjir seperti di Jakarta, badai yang beberapa waktu lalu dialami Amerika, dan lain-lain itu hanya teguran dan peringatan. Agar jangan diterus-teruskan kekufuran dan segala macam kemaksiatan itu. Dan Allah memperingatkan agar mereka jangan merasa aman dari makar dan pembalasan Allah kepada sikap sombong, arogan, dan membangkang kepada Allah SWT penguasa langit dan bumi yang sebenarnya. Sebab Dia kapan saja bisa kirim azab (QS. Al A’raf 97-98). Dia bisa kirim azab dari arah mana saja (QS. Al An’am 65).

Allah SWT berfirman: “Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi”. (QS. Al A’raf 99).

Arogansi kaum kafir dan pembangkang harus dihentikan

Semoga kita bangsa Indonesia yang mayoritas muslim, menyadari sepenuhnya  bahwa tindakan maksiat yang dilakukan oleh sekelompok kaum pendosa, apakah itu kampanye seks bebas, pornografi, lesbian, gay, bisekseual, dan trans gender (LGBT), maupun tindakan mereka yang terus-menerus menggugat perda syariah dan berbagai UU yang bernuansa syariah, maupun sikap pemerintah yang mempertahankan kebijakan ekonomi yang liberal kapitalistik, maupun politik yang demokratik liberal, dan memusuhi syariat Islam dalam bernegara, adalah bentuk provokasi yang mengundang azab Allah kapan saja. Pemihakan pemerintah kepada Ahmadiyah dan berbagai aliran sesat serta tunduknya pemerintah kepada tekanan pers liberal dan tekanan asing, serta leluasanya kaum minoritas kafir manjajah negeri muslim Indonesia, dan berbagai upaya menyudutkan para pejuang Islam, membuat kampanye hitam untuk mereka, membuat skenario untuk memenjarakan mereka serta membunuh mereka atas nama terorisme juga tak kalah gawatnya bagi pengundangan azab bila dilihat dengan perspektif Al Quran. Allah secara eksplisit mengancam akan membalas mereka yang hendak membasmi para pejuang Islam sebagaimana dulu kaum kafir Quraisy hendak membasmi gerakan kaum muslimin di bawah kepemimpinan Rasulullah saw. (QS. Al Anfal 30).

Namun kita umat Islam tidak boleh membiarkan kaum kafir dan pembangkang ahli maksiat itu berbuat zalim kepada seluruh rakyat, khususnya kaum muslimin. Bahkan Allah SWT berkenan menurunkan azab-Nya melalui tangan kita (QS. At Taubah 14).

Dan kezaliman, bila tidak dihapuskan dari muka bumi, bila tidak dicegah, maka Allah akan mengumumkan azab itu bagi kaum muslimin jika tidak menghilangkan kezaliman tersebut.  Allah SWT mengancam kita semua dengan firmanNya:

Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (QS. Al Anfal 25). 
Nah apakah kita masih diam?


Muhammad Al Khaththath

25 Januari 2013

Dahsyatnya Peringatan Maulid Nabi di Markaz FPI



Selalu ada yang luar biasa dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Markaz FPI. Berbeda dengan peringatan Maulid Nabi di tempat lain yang biasanya selalu mengulang cerita kelahiran Nabi saja, di FPI temanya selalu "menggigit". Tahun ini FPI mengambil tema yang cukup dahsyat, "Tegakkan Syariat, Raih Rahmat, Indonesia Selamat".

Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Syihab walaupun dalam keadaan sakit tetap turut serta mengikuti acara dan menyambut para habaib, ulama, tokoh masyarakat dan ribuan jamaah yang hadir.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan maulid FPI memang penuh dengan nuansa perjuangan. Para tokoh yang hadir mayoritas adalah ulama-ulama pergerakan yang selama ini berjuang untuk tegaknya syariat Islam di bumi nusantara ini.

Salah satu penceramah, Sekjen FUI, KH M. Al Khaththath dalam sambutannya mengajak jamaah untuk lebih serius dalam berjuang. "Harus gerakan perubahan yang serius, negara kita ini negara musyawarah bukan demokrasi, oleh karena itu mulai saat ini jangan lagi mengatakan Indonesia negara demokrasi tapi katakanlah Indonesia negara musyawarah." ujarnya, Rabu malam (23/1/2013) di Petamburan, Jakarta Pusat.

"Dalam negara musyawarah aturan Allah yang maha Esa menjadi tolak ukur, yang sudah ada ketetapan hukumnya tidak boleh dimuswarahkan lagi, namun musyawarah itu hanya untuk teknisnya saja. contohnya nabi musyawarah dalam menentukan strategi jihad, hukum jihadnya wajib dan tidak dimusyawarahkan, hanya teknis strateginya saja." tambahnya.

Gerakan perubahan ditambahkan oleh pembicara lain, Permadi, seorang politisi yang selama ini kagum terhadap sosok Habib Rizieq mengatakan saat ini Indonesia dikuasai oleh kapitalisme liberal, sehingga iman dan taqwa merosot, homo, lesbi, narkoba, porno, dan berbagai kemaksiatan merajalela.

"Oleh karena itu harus ada gerakan perubahan, yaitu revolusi, revolusi belum selesai, revolusi bukan sesuatu yang tabu bukan juga sesuatu yang haram. Revolusi akan mengubah keadaan penuh keharaman menjadi halal. Perjuangkan Islam sampai berhasil. Dan saya percaya, yang mampu melakukan perubahan ini adalah Habib Rizieq beserta keluarga besar FPI nya, ini harus cepat karena jangan sampai kita di azab oleh Allah Swt," tegas Permadi.

Selain kedua pembicara tersebut, banyak sekali tokoh yang hadir memberikan tausiahnya dengan penuh semangat perjuangan, diantaranya Habib Idrus Jamalulail, KH. Kholil Ridwan, Habib Ahmad Al Habsy, Hadad Alwi, KH. Shobri Lubis dan lain lain.

Berikut dokumentasi fotonya:
Walaupun dalam keadaan sakit, Habib Rizieq tetap mengikuti acara
Habib Abdurrahman dari Hadramaut Yaman
Habib Idrus Jamalulail
Habib Ahmad al Habsy
Hadad Alwi melantunkan shalawat dengan suara merdunya
KH. Ahmad Kholil Ridwan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat
KH. Ahmad Baidowi
KH. Ahmad Shobri Lubis (Sekjen FPI)
Permadi
Sumber : Suara Islam

Pengunjung

Free counters!